Sesungguhnya kebahagiaan kesuksesan dan kejayaan seluruh makluk ada dalam genggaman ALLOH SWT. baik yang nampak maupun yang tak nampak,ada dlm kekuasaan ALLOH,seluruh makluk bergantung kpd NYA , semua membutuhkan ALLOH sedangkan ALLOH tidak membutuhkan makluk , demikian juga semuanya sudah di tentukan tempat kejayaannya masing masing contoh :
1. ikan ALLOH letakkan kebahagiaan dan kejayaanya ikan ada dalam air,selama ikan masih ada dalam air maka dia akan bahagia sebaliknya apabika ikan coba2 mencari kebahagiaan di luar dr apa2 yg sudah di tentukan ALLOH maka dia akan binasa selamanya
2.burung ALLOH letakkan kebahagiaan burung ada dlm alam yg bebas.apabila dia mencari kebahagiaan di luar dr yg sudah di tetapkan ALLOH maka dia tidak akan menemukan kebahagiaan itu,misalnya di di dlm sangkar yg terbuat dr emas minumnya susu makannya roti tetap tidak akan bahagia
3.cacing ALLOH letakkan kebahagiaan cacing ada dalam lumpur , apabila cacing coba2 cari kebahagiaan keluar dr lumpur maka dia akan binasa misalnya di patok ayam atau di sengat matahari
Sesungguhnya kebahagiaan kesuksesan dan kejayaan seluruh makluk ada dalam genggaman ALLOH SWT. baik yang nampak maupun yang tak nampak,ada dlm kekuasaan ALLOH,seluruh makluk bergantung kpd NYA , semua membutuhkan ALLOH sedangkan ALLOH tidak membutuhkan makluk , demikian juga semuanya sudah di tentukan tempat kejayaannya masing masing contoh :
1. ikan ALLOH letakkan kebahagiaan dan kejayaanya ikan ada dalam air,selama ikan masih ada dalam air maka dia akan bahagia sebaliknya apabika ikan coba2 mencari kebahagiaan di luar dr apa2 yg sudah di tentukan ALLOH maka dia akan binasa selamanya
2.burung ALLOH letakkan kebahagiaan burung ada dlm alam yg bebas.apabila dia mencari kebahagiaan di luar dr yg sudah di tetapkan ALLOH maka dia tidak akan menemukan kebahagiaan itu,misalnya di di dlm sangkar yg terbuat dr emas minumnya susu makannya roti tetap tidak akan bahagia
3.cacing ALLOH letakkan kebahagiaan cacing ada dalam lumpur , apabila cacing coba2 cari kebahagiaan keluar dr lumpur maka dia akan binasa misalnya di patok ayam atau di sengat matahari
Dan untuk kebahagiaaan manusia ALLOH sudah menetapkan ada dlm amal agama dengan sempurna sesuai dengan perintah ALLOH dan contoh dr baginda ROSULULLOH SAW. apabila manusia coba2 mencari kebahagiaan di luar dr apa yg sudah di tetapkan ALLOH maka dia akan binasa untuk selama lamanya sebagai contoh :
1. firaun dia adalah manusia yang mencoba mencari kebahagiaan dlm kekuasaan pangkat dan jabatan , sesuai dg kisahnya yang telah di ceritakan dlm al qur'an,dia tidak mendapatkan kebahagiaan tsb malah kehidupan di laknat oleh ALLOH baik dunia maupun akherat umtuk selama2nya dan dia akan menempati neraka untuk selama2nya na'uzubillah
2.korun dia manusia yang telah meyakini kalau kebahagiaan ada dalam harta yg melimpah, dia gunakan seluruh umur,waktu,kesehatan,kecerdasan hanya untuk mengejar dunia hingga sepertiga dunia pernah di kuasai olehnya tapi karena dia tidak ada agama maka dia sengsara bukan hanya di dunia tapi di akherat juga yang selama2nya
Dan masih banyak lagi kisah orang2 di dlm alquran yang menceritakan bahwa apabila manusia mencari kebahagiaan di luar agama maka di akan sengsara bukan hanya sementara tapi juga selama2nya nanti di akherat. oleh karena itu marilah kita renungkan sejauh mana agama ada dalam diri kita.masih banyak manakah waktu yang kita gunakan ? untuk urusan dunia atau agama
Selengkapnya...
Saturday, July 17, 2010
Targhib
Diposting oleh Soero di 4:41 AM 1 komentar
Saturday, June 26, 2010
Menangis Pelajaran Penting Dalam Islam
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda,” Ada tujuh golongan manusia yang akan dilindungi oleh Allah di bawah rahmat-Nya pada hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah, yaitu :
Entah mengapa saya teringat kembali dengan perkataan salah satu penanggung jawab pelajar di Bandung beliau adalah Dosen di ITB namanya pak Iqbal. Nasehat ini beliau berikan ketika selesai pembacaan hayatus sahabat di malam Markaze Bandung yang sudah lama berlalu.
Beliau katakan bahwa Menangis merupakan salah satu pelajaran terpenting dalam islam, maka bagi diri kita semua luangkan waktu untuk menangis, kalau belum bisa belajar mulai dari sekarang, kalau belum bisa juga maka pura-puralah menangis.
Itulah nasehat yang ringkas namun sangat berkesan dalam hati saya, tetapi karena kesibukan dunia saya sering kali melupakannya. Ya benar karena kebodohan dan kerasnya hati saya sehingga saat ini untuk menangis saja susah. Padahal para nabi dan rasul dengan sahabat-sahabat mereka terdahulu merupakan manusia yang selalu menjadikan tangisan sebagai perhiasan dalam sholat-sholat mereka, do’a-do’a mereka dan dzikir-dzikir mereka.
Kalau perkara menangis sendiri banyak sekali faktor yang menyebabkannya. Ada yang kena PHK terus menangis , ada yang kena gusur terus menangis, ada yang hilang jabatan terus menangis, ada yang hilang harta terus menangis, ada yang tertipu terus menangis, ada yang terluka terus menangis, ada yang kehilangan nyawa terus menangis, ada juga yang terharu terus menangis , ada juga yang dapat harta benda terus menangis, dan lain sebagai. Singkatnya banyak hal yang menyebabkan seorang manusia bisa menangis apakah dia orang muslim atau orang kafir.
Namun diriwayatkan dalam sebuah hadits,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah, dia tidak akan masuk neraka jahannam sebagaimana air susu tidak mungkin masuk kembali ke dalam puting susunya.”
Dalam hadits yang lain disebutkan,”Barang siapa menangis karena takut kepada Allah sehingga berlinangan air matanya dan air matanya membasahi tanah maka dia tidak akan diadzab pada hari kiamat.”
Sebuah mahfum hadits mengatakan bahwa api neraka jahannam diharaman kepada dua jenis mata :
Hadits lain juga menyebutkan bahwa api neraka jahannam diharamkan kepada mata yang pernah menangis karena takut kepada Allah, kepada mata yang berjaga pada malam hari di jalan Allah, mata yang tidak memandang sesuatu yang haram, dan kepada mata yang gugur di jalan Allah.
Maka bagi seorang muslim hendaknya sering menangis karena takut kepada Allah. Dibalik tangisan karena takut kepada Allah tersimpan berjuta hasanah kebaikan yang Allah sediakan kepada orang yang mengamalkannya. Allah SWT akan berikan rahmat-Nya, hati akan menjadi lembut dan muncul kasih sayang kepada umat. Sebaliknya orang yang tidak pernah menangis karena takut kepada Allah dihawatirkan hatinya keras dan Allah menjauhkan rahmat-Nya darinya. Dari Jarir r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barang siapa tidak diberi sifat lembut, berarti ia tidak diberi kebaikan.”(Hr. Muslim). Sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar yang terkenal dengan “galak atau keras” dalam sholatnya pun sering sekali menangis bahkan ketika menjadi imam sholat pun menangis sehingga terdengar hingga ke belakang makmumnya, hal ini tentu saja karena rasa takut kepada Allah.
Begitu banyak kisah para nabi dan wali Allah apabila diceritakan tentang bagaimana mereka selalu menangis dalam kehidupan mereka hal ini seolah-olah tak bisa dipisahkan syarat untuk menjadi wali Allah adalah mudah dan sering menangis karena takut kepada Allah.
Dan tak bisa dipungkiri bagaimana kekasih Allah SWT, yaitu Rasulullah Muhammad SAW melewati malamnya dengan tangisan-tangisan sehingga dalam dada beliau seperti terdengar suara air yang bergolak karena mendidih. Bukan hanya takut kepada Allah, tetapi sekaligus mensyukuri nikmat yang Allah berikan, membaca dan merenungi atau memikirkan ayat-ayat Allah dan yang tak kalah penting adalah merisaukan umatnya.
Alim ulama telah jelaskan kenapa diri kita susah menangis diantaranya adalah tertutupnya hati kita dari hidayah Allah SWT dengan kesalahan kita sendiri. Banyak dari kita tidak bisa menjaga pandangan mata kita, banyak pula yang mencaci maki saudara, mengghibahnya bahkan memfitnahnya, makanan yang masuk ke dalam perut pun tidak tahu apakah ini benar-benar dari sumber yang halal.
Salah satu cara yang paling berkesan agar kita menangis adalah bagaimana meniru perjuangan Rasulullah SAW, yaitu mengajak manusia ke jalan Allah dengan harta diri dan waktu kita dengan sungguh-sungguh, hingga hati ini merasa remuk ketika jumpa dengan manusia, dicaci, dihina, difitnah , dicurigai dan ditentang, sehingga malam hari kita adukan kepada Allah SWT dengan tetesan air mata dan do’a kita supaya Allah turunkan hidayah kepada orang yang menghina, mencaci, memfitnah, mencurigai dan menentang.
Ada cerita yang menarik dari seorang yang telah lama dalam usaha da’wah di Bandung yaitu abah Oto , ketika itu beliau sedang belajar da’wah selama 4 Bulan ke India , Pakistan dan Bangladesh. Ketika di Bangladesh beliau jumpa seorang penjual bumbu keliling (kalau di indonesia seperti bapak tukang sayur keliling) sedang niat untuk pergi keluar di jalan Allah ke negeri jauh maka penjual bumbu itu serahkan paspornya.
Maka kita niatkan lagi dan lagi belajar menangis dihadapan Allah SWT supaya Allah pilih diri kita dalam usaha da’wah Rasulullah dan Allah kirim kita, hantar kita ke seluruh alam dengan cara buat pengorbanan sebesar-besarnya hingga kita habis untuk agama Allah minimal luangkan waktu 4 bulan di jalan Allah. Insya Allah.
Diposting oleh Soero di 10:06 PM 0 komentar
Tuesday, November 3, 2009
BAYAN HIDAYAH
Kita mesti bersyukur kepada Allah SWT, yang telah mengenalkan usaha yang mulia yakni usaha anbiya as untuk mengenalkan iman kepada setiap manusia ke seluruh alam.Untuk memahami maksud kerja ini perlu pengorbanan. Maka korban seseorangyang terbiasa berbicara di mimbar adalah ketika ia diputus oleh amir untuk menjadi khidmat, melayani anggota jamaah yang lain, menyiapkan makanan-minuman, mencuci piring dan gelas. Diposting oleh Soero di 6:42 AM 2 komentar
Thursday, September 24, 2009
Juru Dakwah
Diposting oleh Soero di 8:46 PM 0 komentar
Label: Kharqozari
Sunday, September 13, 2009
LIMA FAKTOR KEBERHASILAN DA’WAH MENURUT PARA ULAMA
1. Da’wah harus disampaikan secara Ikhlash
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ
دِينُ الْقَيِّمَةِ.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [Al-Bayyinah : 5]
وَعَنْ أَمِيْرِ المْؤُمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ إ ْبنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : " إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّـيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ اْمرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أوْ اِمْرَأَةً يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ".
2. Seorang da’i hendaknya menyadari dan memahami betul pesan yang disampaikannya.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
3. Seorang da’i hendaknya menyampaikan da’wahnya dengan cara yang bijaksana sesuai anjuran Al-Qur’an dan Hadits Nabi
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [An-Nakhl : 125]
4. Seorang da’i dalam menyampaikan da’wahnya hendaknya dilakukan secara terus menerus.
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا.
Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). [Al-Jinn : 16]
5. Seorang da’i dalam menyampaikan da’wahnya hendaknya dilakukan dengan sabar.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. [Ali Imran : 142]
Diposting oleh Soero di 7:25 PM 0 komentar
Label: Kharqozari