
Tuesday, November 3, 2009
BAYAN HIDAYAH

Diposting oleh Soero di 6:42 AM 2 komentar
Thursday, September 24, 2009
Juru Dakwah
Diposting oleh Soero di 8:46 PM 0 komentar
Label: Kharqozari
Sunday, September 13, 2009
LIMA FAKTOR KEBERHASILAN DA’WAH MENURUT PARA ULAMA
1. Da’wah harus disampaikan secara Ikhlash
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ
دِينُ الْقَيِّمَةِ.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [Al-Bayyinah : 5]
وَعَنْ أَمِيْرِ المْؤُمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ إ ْبنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : " إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّـيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ اْمرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أوْ اِمْرَأَةً يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ".
2. Seorang da’i hendaknya menyadari dan memahami betul pesan yang disampaikannya.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
3. Seorang da’i hendaknya menyampaikan da’wahnya dengan cara yang bijaksana sesuai anjuran Al-Qur’an dan Hadits Nabi
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [An-Nakhl : 125]
4. Seorang da’i dalam menyampaikan da’wahnya hendaknya dilakukan secara terus menerus.
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا.
Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). [Al-Jinn : 16]
5. Seorang da’i dalam menyampaikan da’wahnya hendaknya dilakukan dengan sabar.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. [Ali Imran : 142]
Diposting oleh Soero di 7:25 PM 0 komentar
Label: Kharqozari
Tuesday, August 18, 2009
Buru Teroris Jangan dari Jubah dan Janggut
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam tidak terjebak pada kecurigaan yang berlebihan terhadap aktivitas dari kelompok Islam tertentu yang melakukan dakwah selagi ajaran yang disampaikan tidak bertentangan dengan Islam.
Pernyataan MUI ini berkaitan dengan 12 Orang warga Sulawesi, pengikut Jamaah Tabligh yang ditangkap polisi di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah. Mereka diciduk karena dilaporkan warga ketika tengah berdakwah di Masjid Nurul Huda, Desa Sida Kangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.
Menurut pengurus MUI KH Amidan, kecurigaan yang berlebihan akan mengakibatkan ketakutan umat dalam menjalankan perintah agama. Masyarakat menjadi takut mengikuti kegiatan dakwah, datang ke masjid atau menyekolahkan anak-anaknya ke pesantren.
"Janganlah memperbesar kecurigaan yang berlebih. Kalau soal teroris itu urusan intelijen. Masyarakat memang harus waspada, tapi tidak gampang menuduh karena berbahaya nantinya," papar Amidan kepada okezone, Selasa (18/8/2009).
Dia mengungkapkan, Jamaah Tabligh memang melakukan syiar Islam dari satu masjid ke masjid lainnya. Mereka itikaf atau tinggal di dalam masjid dan berdakwah untuk memakmurkan rumah Allah tersebut.
"MUI melihat ibadahnya sama, ajarannya tak ada yang berbeda. Malah mereka lebih kusuk dalam beribadah. Mereka memperbanyak dzikir, puasa, dan tinggal di masjid untuk beberapa lama. Kemudian pindah ke masjid lainnya untuk salat subuh," terangnya.
Namun yang berbeda, sambung dia, mungkin dalam gaya penampilan seperti cara berpakaian, berjanggut, dan sebagainya. Hal itu karena pengaruh dari tradisi Jamaah Tabligh yang berkembang di Pakistan. "Jamaah Tabligh dari Pakistan menyebar sampai ke Malaysia dan Indonesia. Di Jakarta pengikutnya bisa ditemui di Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk," terang Amidan.
Sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap aktivitas Jamaah Tabligh. Mereka ke tinggal di sebuah masjid tentunya sudah koordinasi dengan panitia masjid. "Jadi tergantung panitia masjidnya, mungkin menerima dengan persyartan seperti harus jaga kebersihan karena mereka hidup di masjid," imbuhnya.
Diposting oleh Soero di 6:25 PM 0 komentar
Tuesday, July 14, 2009
Kunjungan Ulama Jamaah Tabligh
Selain mengundang Hidayat, para ulama Jamaah Tabligh juga menyampaikan kekagumannya terhadap Indonesia yang mengalami perkembangan di bidang pendidikan, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
Diposting oleh Soero di 12:05 AM 1 komentar
Wednesday, July 1, 2009
Rute Ijtima Serpong Juli 2009
Mudah mudahan dapat membantu semuanya untuk menuju Medan Ijtima di serpong Juli 17-18-19 2009.

Selengkapnya...
Diposting oleh Soero di 9:43 AM 0 komentar
Label: Kharqozari
Monday, June 29, 2009
Masa Depan Jamaah Tabligh di Indonesia
Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.
Di situs islamlib.com. KH Mukhlas Syarkun, MA (Wakil Ketua Lembaga Takmirul Masajid Indonesia atau LTMI-NU) dan Ahmad Baso (pengurus Lajnatut Ta’lif wan Nasyr atau LTN-NU) yang diwawancarai islamib.com mengatakan: Dulu, gejala yang meresahkan orang adalah munculnya kelompok Jamaah Tabligh yang terkadang datang merebut masjid dan tinggal di situ.( http://islamlib.com/id/index….)
Dari tulisan tersebut terlihat mereka sangat ketakutan dengan gerakan jamaah tabligh sehingga mereka perlu membendung gerakan jamaah tabligh dengan tuduhan merebut masjid, menjadikan masjid sebagai basis politik bukan dakwah.Akankah jamaah tabligh akan suram masa depannya dengan tuduhan yang dilakukan oleh 2 orang tersebut?
Tentu saja ucapan Mukhlas syarkun dan Ahmad baso ada yang mempercayai walaupun tidak banyak. Sebab gerakan jamaah tabligh adalah bukan organisasi masyarakat tetapi sebuah gerakan amalan yang menghidupkan/memakmurkan masjid dan silahturahmi. Gerakan jamaah tabligh tidak bersifat lokal tetapi untuk seluruh umat manusia .
Yang kita pertanyakan adalah mengapa gerakan jamaah tabligh yang masuk ke indonesia baru beberapa tahun langsung bisa begitu besar di indonesia bahkan hampir diseluruh pelosok indonesia pasti kita temui aktivis jamaah tabligh/karkun bahkan di irian jaya dan timor timur ada.
Kita perlu tahu mengapa dakwah jamaah tabligh banyak disambut oleh warga NU tradisional di indonesia. Hal yang paling mendasar dari gerakan jamaah tabligh adalah mereka selalu mengajak.
1. memakmurkan masjid
Gerakan ini tidak berambisi dalam masalah politik tetapi mengajak manusia untuk taat pada Alloh SWT dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dengan menjadikan masjid sebagai basis dakwah. Tak heran di indonesia yang banyak masjid tetapi sepi dari umat dengan kedatangan jamaah ini menjadi makmur dan banyak amalan sunnah yang hidup.-
2. Menghidupkan amalan silahturahmi
Bukan hanya orang indonesia yang berdakwah melalui gerakan jamaah tabligh tetapi orang luarpun juga masuk ke indonesia karena persaudaraan islam tidak dibatasi kedaerahan. Jamaah tabligh sellau mengajak untuik membangun persaudaraan dan silahturahmi tanpa memandang ras dan kedaerahan/negara. Disaat ini orang bersilaturahmi didasarkan kepentingan tertentu saja. Dengan adanya gerakan jamaah tabligh yang mengajak untuk silaturahmi antar sesama muslim seluruh dunia. Gerakan ini disambut baik oleh masyarakat indonesia. Bahkan banyak kalangan tradisional yang ikut dalam gerakan jamaah tabligh.
Dua hal diatas adalah landasan pokok gerakan jamaah tabligh. Dan didalam mereka mengajak umat untuk taat pada Alloh dan Rasul Nya mereka lakukan dengan akhlak mulia dan santun.
Mereka berdakwah tidak meminta bayaran tetapi malah berkorban sehingga punya militansi yang tinggi Sehingga Mukhlas Syarkun dan Ahmad Baso tidak akan mungkin menghentikan gerakan jamaah tabligh bahkan suatu saat kebencian dua orang ini terkuat sendiri. Ucapan2 mereka akan menjadi senjata makan tuan. Karena masyarakat lebih tau realitas tentang gerakan jamaah tabligh.
Kita bisa memprediksikan dengan dakwah silahturahmi yang santun ini gerakan jamaah tabligh akan cepat berkembang di indonesia terutama dikalangan NU tradisional.
Gerakan jamaah tabligh ibaratnya sebuah aliran air yang tenang yang terus mengalir mengirimkan rombongan-rombongan dakwah keseluruh pelosok nusantara sehigga gerakan ini semakin diterima oleh masyarakat.
Diposting oleh Soero di 3:20 AM 0 komentar
Label: Kharqozari
Sunday, April 26, 2009
Strategi Jitu Dakwah JT Membingungkan Inteligen Barat
“Thousands of young Muslim men are attending meetings in east London every week run by a fundamentalist Islamic movement believed by western intelligence agencies to be used as a fertile recruiting ground by extremists”. (Ribuan anak-anak muda muslim menghadiri pertemuan di timur London setiap minggu, pertemuan tersebut diselenggarakan oleh gerakan fundamentalis Islam yang diyakini oleh kalangan intelejen sebagai basis perekrutan ektrimis muslim)”
Paragraf lainnya:
On Thursday evening, the Guardian witnessed around 3,000 men from as far afield as Great Yarmouth and the Isle of Wight stream through the backstreets of Stratford to the meeting. There, at the gates of a seemingly derelict industrial site, men in fluorescent jackets waved those who are known to the Tablighi Jamaat hierarchy under a security barrier, and into one of three fields that surround a cluster of prefabricated buildings which form a temporary mosque.
Kemudian artikel tersebut dilanjutkan dengan prasangka-prasangka yang …jelas mengada-ada dan phobia. Prasangka tersebut kemudian dibantah oleh Emdad Rahman dalam tulisannya di bawah ini. Dia menulis mengenai analisa berita di Guardian yang berusaha mengaitkan JT dengan terorisme.
Intinya, dengan strategi jitu JT yang tidak menggunakan kekerasan, tidak ngomong politik, tidak menjelekkan pihak lain baik muslim maupun non muslim serta tidak bicara khilafiyah membuat banyak analis intelijen barat bingung.
Mau nyari kejelekannya dari mana JT ini. Mau dijebak dg scenario kekerasan, bagaimana menjebaknya, karkun2 ini tidak bicara kekerasan. Mau diadu domba, bagaimana mengadu dombanya karkun2 ini tidak bicara kejelekan orang lain. Mau diblokir rekeningnya, bagaimana memblokirnya, markas mereka tidak punya rekening khusus, karkun2 itu menggunakan dana pribadinya untuk keliling dunia berdakwa, mereka tidak mencari-cari sumbangan. Mau dibenturkan dg partai politik, bagaimana membenturkannya mereka tidak bicara politik dalam pengajian-pengajiannya.
Maka bingunglah intelejen-intelejen barat tersebut sampai sekarang dan IngsyaAlloh sampai hari kiamat. Sementara dada mereka sesak karena tiap hari ribuan orang-orang bule masuk islam dengan suka rela asbab dakwah para karkun. Semoga amal ibadah kita menjadi penyejuk mata kita di surga kelak. Amiin
Diposting oleh Soero di 2:49 AM 0 komentar
Monday, April 13, 2009
Ijtima 2009
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala Rasulihil kariim. ‘Amma ba’du…
Alhamdulillah akhirnya tempat dan tanggal ijtima juli 2009 sudah di putus, saat musyawarah mingguan Jakarta , dan apa saja yang harus di lakukan semua karkun ( pekerja dakwah ) demi menyambut ijtima 2009.
Ijtima juli 2009 akan di laksanakan di tempat yang sama sebagaimana ijtima 2008 yaitu di BSD . ijtima di adakan pada tanggal 17,18,19,20 Juli dan 21,22 juli 2009 diadakan Musyawarah dengan para Masyeikh. Berarti waktu yang tersisa untuk sukses ijtima tinggal kurang lebih 5 bulan dari sekarang. Dalam musyawarah Jakarta malam ini pak Cecep mengulang pesan yang disampaikan para Masyeikh ketika ijtima Tongi di Bangladesh, pesan-pesan tersebut diantarnya ;
1.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal takbiratul ula ( takbir pertama bersama imam dalam sholat berjamaah ).
2.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal baca alqur’an minimal 1 juzz setiap harinya.
3.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal sholat tahajud.
4. Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang melakukan kemaksiatan sekecil apapun kepada Allah swt.
“Subhaanka Allohumma Wa Bihamdika Asyhadu Allaa Ilaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa Atubu Ilaika”
Selengkapnya...
Diposting oleh Soero di 11:20 PM 0 komentar
Friday, April 3, 2009
MENJELANG PEMILU 2009
Assalaamu'alaikum warohmatulloh.
Dalam sebuah riwayat, Khalifah Umar bin Khotob pernah bertanya kepada para sahabatnya, “apa cita-cita kalian dalam menempuh dunia fana ini?” Salah seorang diantaranya menjawab, “Saya bercita-cita memiliki emas, zamrud, dan intan berlian sepenuh rumah saya.
Jika demikian, saya akan dapat berinfak di jalan Alloh. Juga akan saya gunakan untuk menolong umat Islam yang sangat kekurangan. Sahabat lain menjawab,” Saya ingin memiliki uang sepenuh rumah saya agar dapat membela agama Alloh dan membantu fakir miskin.
Juga akan saya gunakan untuk menegakkan hukum-hukum Alloh di muka bumi ini.”Mendengar semua itu, Umar terdiam sejenak. Kemudian ia berkata, ”Cita-citaku sangat berlainan dengan cita-cita kalian. Aku mencita-citakan tampilnya kembali orang-orang seperti Abu Ubaidah Ibnu Al Jarroh, Mu’adz bin Jabbal, dan Salim budak Hudzaifah.
Niscaya aku akan minta bantuan mereka guna menegakkan kalimat Alloh di muka bumi ini. Aku tertarik dengan jiwa mereka karena merekalah sosok manusia beriman, bertaqwa, jujur, dan sangat wara’ (berhati-hati agar tidak terjerumus dalam perkara sub hat/meragukan).
Mereka juga pemimpin umat yang sangat peduli terhadap nasib umat dan bangsanya pada masa depan. Mereka sangat amanah akan tugas dan jabatan yang mereka emban.Semoga kita umat Islam seluruhnya, mampu membuka mata, telinga, dan hati untuk memilih pemimpin-pemimpin yang mampu menjaga harkat martabat Islam dan ummatnya (izzul islam wal muslimiin), menegakkan kalimah Alloh dan sistem Islami, serta mampu menata kehidupan bangsa dan negara menuju baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffuur- Negeri yang aman sejahtera penuh limpahan rahmat dan ampunan Alloh swt, amiin.
Diposting oleh Soero di 6:20 AM 0 komentar
Tuesday, March 17, 2009
Diposting oleh Soero di 12:13 AM 0 komentar
Saturday, March 14, 2009
Assalamualaikum
Diposting oleh Soero di 3:15 AM 0 komentar
Monday, February 16, 2009
Syarat Kemenangan Dalam Dakwah
Ini adalah janji yang Allah ungkapkan berulang kali. Di surat Muhammad, Allah bersabda:
Siapapun yang konsekuen membela agama ini Allah member jaminan kemenangan. “Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”
Ayat di atas adalah janji Allah yang pasti terjadi. Hati yang beriman, jiwa yang penuh dengan cahaya bashirah akan menangkap firman Allah ini sebagai jaminan yang pasti dipenuhi. Tidak tersisa sedikitpun keraguan bahwa pembela agama Allah pasti akan mendapatkan kemenangan.
Tapi ternyata Allah memberikan criteria yang cukup spesifik. Sederhana dan jelas. Empat kriterianya: mendirikan sholat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada yang ma’ruf, dan melarang dari yang munkar. Tampaknya syarat yang cukup mudah dan simple. Tetapi kalau kita teliti ternyata ayat tersebut tidak berbicara tentang sekedar pekerjaan sholat, zakat dan dakwah. Tetapi ayat tersebut berbicara tentang integritas kuat yang diindikasikan dengan empat hal utama.
Mendirikan Sholat
Mari bersama-sama kita renungi hadits berikut:
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ » رواه البخاري
“Dari Anas dari Rasulullah SAW beliau berkata: Luruskan shaf-shaf kalian karena lurusnya shaf adalah bagian dari pendirian shalat.” (HR al-Bukhari)
Beliau mengatakan bahwa meluruskan shof adalah bagian dari mendirikan sholat. Kita telah mengetahui bahwa mengerjakan sholat tidak sama dengan mendirikan sholat. Yang dituntut dari kita adalah mendirikan sholat. Kalau meluruskan barisan sholat saja merupakan bagian dari mendirikan sholat, tentu saja tidak mungkin kita mendirikan sholat jika tidak ada shofnya. Artinya sholat yang tegak adalah sholat berjamaah. Kembali ke ayat 41 surat al-Hajj tadi, bahwa syarat pertama orang-orang yang Allah tolong adalah mereka tetap disiplin sholat berjamaah bagaimanapun sibuknya.
Kalau kita berkaca pada sejarah Islam kita dapat temukan bahwa mereka yang berhasil mengangkat panji-panji Islam di berbagai peperangan adalah orang-orang yang disiplin dalam shalat berjamaah. Ambil contoh misalnya Muhammad al-Fatih yang mampu menaklukkan Konstantinopel ibukota Bizantium.
Pada sisi lain kita temukan bahwa fenomena futur dalam sholat juga adalah indicator utama degradasi dalam peralihan generasi. Allah SWT bersabda:
”Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS Maryam: 59)
Ayat tersebut bercerita tentang generasi yang melanjutkan generasi-generasi pilihan yang Allah ceritakan pada ayat 58 sebelumnya, generasi para Nabi dan pengikut-pengikutnya yang setia. Masalah yang dihadapi oleh generasi-generasi teladan adalah mereka tidak dilanjutkan oleh generasi selanjutnya dengan kualitas keimanan yang sama. Allah menyebutkan masalah yang pertama dalam generasi tersebut adalah mereka menyia-nyiakan sholat. Kita bisa lihat bahwa sholat adalah criteria pertama yang Allah sebut dalam syarat kemenanga, dan juga shalat adalah indicator terpenting yang muncul dalam kemunduran sebuah umat.
Menunaikan Zakat
Syarat ketiga adalah menunaikan zakat. Ini adalah syarat penting dan bukti utama kebenaran iman. Dalam terminology al-Qur’an dan as-Sunnah kata az-zakat sering diwakili dengan istilah shadaqah seperti pada surat at-Taubah ayat 58 dan ayat 103.Karena itu Rasululah menyatakan :
وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa shadaqah adalah bukti pembenaran orang beriman dan dalil kebenaran imannya secara zhahir dan batin.
Keimanan adalah klaim yang perlu dibuktikan kebenarannya. Zakat adalah bentuk kerelaan untuk memberi dan untuk sedikit berkorban.
Dia juga sebuah mekanisme paten untuk sebuah keberpihakan yang konkret kepada orang lemah dan miskin. Karena itu yang paling pertama disebut dalam masharif az-zakat adalah fakir dan miskin. Karena itulah Rasulullah SAW bersabda tentang pelaksanaan zakat:
صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
Dari sini bisa kita tangkap bahwa orang-orang yang Allah tolong adalah mereka yang menunaikan zakat, sebagai bukti konkret keimanan, pengorbanan, dan pelayanan kepada orang-orang fakir dan lemah. Dan dapat kita pahami bahwa orang-orang yang Allah beri kedudukan di muka bumi layaknya adalah orang-orang yang sangat jelas kapabilitasnya dalam memberikan sevice kepada orang-orang lemah secara khusus dan kepada seluruh rakyat secara umum.
Syarat berikutnya adalah memerintahkan kepada al-ma’ruf. Dan ini bisa dikatakan sebagai the prime mission umat Islam (QS Ali Imran: 110). Artinya kalau kekuasaan tidak dapat berimpact positif langsung kepada penyebaran kebaikan dan eliminasi atau reduksi kemungkaran maka itu adalah kecelakaan sejarah bagi sebuah bangsa. Artinya komitmen untuk menegakkan kebenaran dan kebaikan serta perlawanan terhadap kemunkaran adalah prasyarat mutlak harus dipenuhi untuk layak tampil sebagai pemimpin umat.
Sering terjadi dalam perjalanan umat ada segolongan orang yang berjuang merebut kekuasaan. Mereka meminta dukungan masyaakat dengan janji agar mereka menegakkan agama Allah. Akan tetapi ketika kesempatan untuk menyeru dan membela agama Allah sudah ada di tangan, mereka disibukkan oleh kepentingan masing-masing. Kondisi tersebut mirip dengan kondisi yang disebut dalam surat at-Taubah ayat 75-77:
dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah:
Orang yang berjanji: “kalau saya berkuasa saya akan menegakkan kebenaran.” Lebih krusial dari pada orang berjanji “Kalau saya kaya saya akan bersedekah.” Sehingga ancaman hukuman kemunafikan bagi orang yang tidak memenuhi janjinya dalam berkuasa lebih keras dari pada ancaman orang yang berjanji sedekah setelah kaya.
Dan bukan main-main akibat ingkar janji seperti itu adalah tumbuhnya kemunafikan dalam hati. Betapa celakanya seseorang yang mendapatkan hukuman ini. Karena tempatnya orang munafiq adalah kerak terendah di dalam neraka. Na’udzu billah min dzalik
Diposting oleh Soero di 9:17 PM 0 komentar
Saturday, February 14, 2009
Nisob 3 hari
Masya Allah sudah 3 bulan nisob 3 hari saya tidak di jalankan karena masih terhalang oleh urusan dunia ini. Padahal masih banyak Islah yang harus saya lakukan utk diri sendiri dan masih banyak saudara muslim yang belum saya kunjungi untuk bersilahturrahmi.
Pesan masyech bahwa setiap kita mempunyai tangung jawab yang besar terhadap muallah ( masjid / musholah ) tempat kita tinggal, saya tinggalkan karena urusan dunia.
Ya ALLAH tambahkan dan kuatkan niatan hamba untuk keluar di jalanMU untuk islah diri ( memperbaiki diri ) semoga Iman, Ibadah , Muamalat, Muasyarat , Akhlaq saya semakin baik.
Selengkapnya...
Diposting oleh Soero di 6:10 AM 0 komentar
Tuesday, February 3, 2009
Jangan sampai kita menghina
Apa pun putusan para ulama di MUI hendaknya kita hormati. Jangan sampai kita menghina sehingga kita seperti memakan daging bangkai saudara kita sendiri.
Diposting oleh Soero di 7:04 AM 0 komentar
Tuesday, January 20, 2009
Hukum Mengolok-olok orang yang teguh dalam syariat islam
Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala
Diposting oleh Soero di 7:21 AM 0 komentar
Saturday, January 17, 2009
Umat Islam Bersatulah, Sambut Panggilan Gaza
“Duhai orang beriman, inginkah kalian Kutunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih. Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian” (Ash-Shaf: 10-11).
Rasulullah SAW berwasiat: “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan adalah dinar yang dibelanjakan untuk keluarganya, dinar yang dibelanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang diinfakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.” (Muslim).
Memang, Indonesia sendiri juga masih sangat butuh banyak perhatian. Tapi, di negeri ini jihad (qital=perang) belum dibutuhkan. Berbeda dengan Palestina, yang sangat membutuhkan dukungan jihad. Baik secara langsung berupa prajurit dan peralatan militer, maupun secara tak langsung berupa dana, logistik, dan medis.
Ketika Palestina dan kaum muslimin sekitarnya belum cukup mampu untuk melawan Israel, maka kewajiban jihad meluas ke belahan dunia lain. Termasuk Indonesia, sebagai negeri Muslim terbesar di dunia.
Alhamdulillah, masalah Palestina sejak awal selalu menjadi agenda Muslim Indonesia pada umumnya (mainstream). Dari persoalan inilah, ‘’lahir’’ LSM semacam KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), dan lain-lain. PKS (Partai Keadilan Sejahtera) pun bisa dikatakan turut dibidani oleh persoalan Palestina.
Kini, ormas-ormas Islam pun ber-fastabiqul khairat menyokong perjuangan Palestina. Baik lewat aksi demo, orasi, tulisan, diplomasi, maupun pengiriman tim bantuan kemanusiaan.
Diposting oleh Soero di 3:15 AM 0 komentar
Dari Abdullah bin Umar r.huma., bahwasanya Rasulullah saw. bila pulang dari peperangan, haji, atau umrah selalu mengucapkan takbir tiga kali setiap berjalan di atas tanah yang tinggi. Beliau juga berdoa,
"Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir, aaibuna taa ibuna 'aabiduna saajiduna lirabbina hamiduna shadaqallahu wahdahu wa nashara 'abdahu wa hazamal-ahzaba wahdahu
( Tiada tuhan [yang berhak disembah] selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya-lah seluruh kerajaan. Bagi-Nya pula segala pujian. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, bertaubat, beribadah, bersujud, dan memuji tuhan kami.
Maha benar Allah dalam dalam segala janji-Nya. Dia mampu menolong hambaNya dan Dia mampu mengalahkan pasukan musuh sendirian." ( H.r. Abu Dawud )
Selengkapnya...
Diposting oleh Soero di 1:07 AM 0 komentar
Label: Kultum
Monday, January 12, 2009
Insya Allah, tanggal tepatnya dan tempat pelaksanaannya masih dimusyawarahkan diantara jumindar dan syuro serta tentunya keputusan akhir ada pada musyawarah para masyaikh.
Bila sesuai dengan rencana, maka Ijtima Indonesia tidak hanya akan dihadiri sekitar 200.000-an saja orang Indonesia (jumlah minimal para pekerja agama / dai / karkun) tetapi juga akan dihadiri saudara-saudara muslim dari hampir seluruh dunia. Apalagi telah diputuskan bahwa para masyaikh serta syuro dunia juga akan hadir dalam Ijtima Indonesia 2009 nanti.
Sebagai persiapan, maka selain kerja-kerja untuk menyiapkan rombongan-rombongan dakwah juga mengabarkan akan maksud dan pentingnya istima tersebut. Targetnya adalah bagaimana setiap ummat islam mengetahui akan adanya istima tersebut serta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, baik secara langsung yaitu dengan menghadirinya atau tidak langsung melalui dorongan moril dan doanya bagi kesuksesan ijtima tersebut.
Diposting oleh Soero di 9:16 AM 0 komentar
Label: Takaza
Friday, January 9, 2009
KENAPA KITA MENDUKUNG PALESTINA

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina.
Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain। Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan इंडोनेशिया :
“॥, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia। Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI। Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ॥"
Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949। Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah। Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu। Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya। mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab। “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa।”
Statement Tokoh dalam buku ini:
Dr. Moh. Hatta
”Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo। Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau।”
"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
Diposting oleh Soero di 4:32 AM 0 komentar